Senin, Januari 28, 2008

REFLEKSI

Yaa Allah, Sang Maha Pencipta…Puluhan tahun hidup tlah kami jalani dan begitu banyak nikmat dan anugrah yang tlah Engkau berikan kepada kami, Engkau berikan kami nikmat udara, kekayaan alam semesta beserta isi dan keindahannya tanpa kami harus membayar kepada–Mu yaa Allah.

Wahai Zat Yang Maha Melimpah, engkau berikan kepada kami mata, sehingga kami mampu melihat indahnya alam, melihat warna-warni bunga, dengan mata itu pula kami mampu melihat senyum putra-putri kami, melihat cantik dan tampannya pasangan hidup kami, Yaa Bashir, kami pun mampu melihat wajah kedua orang tua kami, wajah yang penuh perjuangan, wajah yang penuh cinta, dan wajah yang penuh perhatian kepada kami.

Wahai Zat Yang Maha Mendengar, engkau berikan kepada kami pendengaran sehingga kami mampu mendengar lantunan ayat-ayat-Mu, kami mampu mendengar merdunya alunan musik, kami pun mampu mendengar canda dan tawa putra-putri kami, Yaa Sami’, kami mampu mendengar percikan ilmu dari guru-guru kami, sehingga kami mengerti berbagai firman yang engkau turunkan kepada kami.

Wahai Zat Yang Maha Hidup, engkau berikan kepada kami hati ginjal paru-paru jantung darah kulit yang membungkus tubuh kami, sehingga kami mampu menjalani hidup seperti saat ini, sungguh nikmat-Mu tiada kami mampu menghitungnya, “Fabi ayyi aala irobbikumaa tukadzdzibaan…”, maka nikmat tuhanmu manakah yang engkau dustakan?! Sungguh kami malu kepada-Mu yaa Allah, begitu banyak anugrah yang tlah engkau anugrahkan kepada kami, namun belum banyak amal sholeh dan kebaikan yang kami torehkan, kekayaan alam yang engkau berikan kepada kami justru kami serahkan kepada musuh-musuh-Mu, kaum yang ingkar kepada-Mu, kaum yang justru membunuh saudara-saudara kami di Irak, di Afganistan, Uzbekistan, Palestina, dan belahan dunia lainnya, penglihatan dan pendengaran kami belum kami gunakan sepenuhnya untuk mendekat kepada-Mu yaa Allah bahkan mata dan telinga kami justru sering kami pergunakan untuk bermaksiat kepada-Mu Yaa Allah.
Yaa Allah, kami mendengar sdr-sdr kami di Irak dan Palestina memanggil-manggil kami, ”Dimana kaum muslimin? tolonglah kami! Tolonglah kami!”. Mereka berteriak meminta pertolongan kami, namun kami tak mampu menolong mereka, mereka diperkosa, mereka disiksa, kehidupan mereka dibuat merana, sungguh kami malu kepada mereka, kami pun amat malu kepada-Mu yaa Allah, karena penglihatan dan pendengar kami seolah tak pernah mendengar rintihan mereka, tangisan dan derita mereka.

Yaa Rabbi, telinga kami mendengar firman-Mu ”kuntum khoiru ummat...”, kami adalah ummat yang terbaik namun saat ini umat islam direndahkan, umat islam dihinakan, umat islam identik dengan kebodohan, umat islam identik dengan kemiskinan dan keterbelakangan, kami pun melihat umat islam tercerai-berai menjadi berbagai negeri, padahal tuhan kami satu...kitab kami satu... kitab kami satu. Namun negeri kami beragam bahkan kami saling bantai saling menyerang dan saling melemahkan.

Yaa Muqollibal Qulub, janganlah engkau jadikan kami yang memiliki hati tetapi engkau tutup hati kami, janganlah engkau jadikan kami orang yang memiliki telinga namun kami tak mampu mendengar, janganlah engkau jadikan kami orang yang memiliki penglihatan namun kami tak mampu melihat...

Duhai Zat Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, andai Engkau cabut nyawa kami hari ini, dan kemudian Engkau bertanya ”Amal Sholeh dan Prestasi terbaik apa yang engkau torehkan dengan semua nikmat dan karunia yang tlah Aku berikan?” sejujurnya kami bingung menjawabnya yaa Allah, belum banyak amal sholeh dan prestasi yang aku lakukan dengan berbagai nikmat yang tlah Engkau berikan kepada kami, belum ada sesuatu yang bisa kami banggakan dihadapan-Mu yaa Allah.

Yaa Allah, kami memintamu surga namun amalan kami bukanlah amalan ahli surga, sungguh kami malu bila amal sholeh kami dibandingkan dengan amalan para sahabat kami para sahabat Nabi, mereka rela mengorbankan harta tahta bahkan jiwa, demi tegaknya agama-Mu, kami amat malu bila amal kami dibandingkan dengan Umar bin Abdul Aziz yang mampu memimpin kaum muslimin dan menghilangkan kemiskinan di negeri yang ia pimpin, kami pun malu bila amal kami dibandingkan dengan Thoriq bin Ziyad yang mampu menaklukan daratan Eropa, kami pun malu bila amal sholeh kami dibandingkan dengan Sholahuddin al-Ayubi, kami pun malu bila amal kami dibandingkan dengan Muhammad al-Fatih yang mampu menaklukan Constantinopel diusianya yang belum 25 th, sementara apa yang sudah kami perbuat ketika usia kami sudah lebih dari 25 th, kami malu yaa Allah... kami malu yaa Allah... kami malu yaa Allah....

Yaa Allah Yang Maha Kuasa, berikan kami kesempatan untuk menorehkan prestasi sebelum engkau cabut nyawa kami, berikan kami kemampuan untuk menyatukan negeri-negeri kaum muslimin, berikan kemampuan untuk beramal sholeh seperti amal para sahabat Nabi, berikan kemampuan kepada kami untuk beramal sholeh seperti amal sholeh para pejuang Islam, dan amal sholeh para penghuni surga...

Yaa Allah, pertemukan kelak kami bersama mereka di surga-Mu yaa Allah, kami rindu bertemu dengan Rasul kami, kami rindu bertemu dengan Abu Bakar, kami rindu bertemu dengan Umar bin Khattab, kami rindu bertemu dengan Usman bin ’Affan, kami rindu bertemu dengan ’Ali bin Abi Thalib, kami rindu bertemu dengan Umar bin Abdul Aziz, kami rindu bertemu dengan Muhammad al-Fatih, pertemukanlah kami yaa Allah... pertemukanlah kami yaa Allah....

Tidak ada komentar: